Berita BRWA

Data Wilayah Adat Anggota AMAN Diserahkan Kembali Oleh BRWA

Kamis, 10 Nopember 2016 , admin

Bertempat di kantor AMAN Bogor, BRWA menyerahkan data wilayah adat (WA) dari anggota AMAN yang sudah ditinjau pada Rabu, 9 November 2016. Penyerahan data ini dilakukan langsung oleh Kepala BRWA, Kasmita Widodo kepada Sekretaris Jenderal AMAN, Abdon Nababan.

Ada 487 data anggota AMAN yang tercatat di BRWA dikembalikan ke AMAN untuk dilengkapi. Data ini terdiri dari data spasial atau peta dan data sosial yang berisi informasi sejarah keberadaan masyarakat, batas wilayah adat, aturan adat dan kelembagaan adat yang dimiliki.

Hingga November 2016 ini ada 1.059 data wilayah adat yang tercatat di BRWA. Dari jumlah tersebut, 927 WA berstatus dalam proses registrasi yang berarti informasi yang tercatat masih perlu untuk ditambahkan, ada 108 data WA berstatus teregistrasi dan siap untuk masuk tahap verifikasi, 22 data WA berstatus terverifikasi dan 2 data WA berstatus tersertifikasi.

Selain mengembalikan data WA yang sudah ditinjau, BRWA juga menyerahkan Piagam Registrasi BRWA untuk 17 anggota AMAN yang sudah mengisi Form F-021 dengan cukup lengkap. Selain ke-17 WA tersebut masih ada 18 data WA dari komunitas diluar anggota AMAN yang mendapatkan Piagam Registrasi dari BRWA. Piagam Registrasi adalah tanda bahwa informasi WA yang diserahkan oleh komunitas Masyarakat Adat kepada BRWA sudah diperiksa dan dianggap cukup lengkap hingga bisa segera diverifikasi untuk kemudian disertifikasi.

Pada akhir tahun 2015 lalu, BRWA mensertifikasi dua wilayah adat adat yaitu Kasepuhan Cibarani dan Kasepuhan Pasireurih dari Kabupaten Lebak, Banten. Sertifikat ini merupakan tanda bukti keberadaan dan pengelolaan wilayah adat yang dilakukan oleh komunitas masyarakat adat di wilayahnya masing-masing.

Pada Maret 2016 lalu, BRWA bersama AMAN dan JKPP menyerahkan informasi wilayah adat kepada pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Badan Restorasi Gambut. Ada 665 data wilayah adat seluas 7,4 juta hektare diserahkan kepada pemerintah pada kesempatan itu. Diharapkan data ini bisa menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan yang terkait dengan Masyarakat Adat di Indonesia.

Pendaftaran wilayah adat masih terus dilakukan bekerjasama dengan berbagai pihak yang melakukan pendampingan dan pemetaan wilayah adat. AMAN sendiri sudah menyiapkan 200 data WA yang siap untuk didaftarkan ke BRWA lagi. Diharapkan informasi wilayah adat bisa membantu banyak pihak untuk mengenali keberadaan dan sistem pengelolaan wilayah adat di Nusantara ini. (BT)

Berita Lain