Berita BRWA

Pengukuhan Ondofolo Kampung Kleublouw dalam Perayaan HUT Kebangkitan Masyarakat Adat Ke-VII

Senin, 26 Oktober 2020 , agung

GTMA INFO, Sentani (24/10). Pemerintah Kabupaten Jayapura menggelar perayaan Hari Ulang Tahun 
Kebangkitan Masyarakat Adat yang Ke-VII di 14 titik secara serentak. Perayaan kali ini berbeda dengan 
tahun sebelumnya karena berada dalam kondisi Pandemi Covid-19. Bupati Jayapura Mathius Awoitauw 
S.E., M.Si, bersama beberapa perangkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghadiri perayaan di 
Kampung Kleublouw, Distrik Sentani Timur. Kegiatan itu bertepatan pula dengan acara Pengukuhan 
Ondofolo Kleublouw yang kurang lebih tujuh tahun mengalami kekosongan. Acara tersebut juga dihadiri 
oleh Ondofolo Besar Heram Rasim Kleubeuw bersama dengan Ondofolo lain yang berkedudukan di 
Wilayah Sentani Timur. 


Ondofolo Kampung Ayapo Bapak Enos Deda yang mewakili para Ondofolo dalam sambutannya 
menyatakan turut Berduka Cita atas meninggalnya Ondofolo Hokhoi Tembhu, Bapak Filep Wally yang 
meninggal pada hari yang sama dengan acara tersebut. Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan: 
“Dulu sebelum keluar UU Desa Nomor 6 Tahun 2014, Masyarakat Adat berada di luar sistem 
pemerintahan, tapi sekarang Masyarakat Adat saat ini sudah diberikan ruang untuk terintegrasi ke 
dalam sistem, dan Bupati Kabupaten Jayapura sedang membuat satu kebijakan yang mendorong 
pengakuan terhadap wilayah Masyarakat Adat. Ini kebijakan yang sangat baik untuk Masyarakat Adat.” 
Sementara itu Bupati Jayapura Mathius Awoitauw S.E., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan 
kepada masyarakat adat bahwa 

“Perayaan Kebangkitan Masyarakat Adat bukan sekedar acara serimonial semata, tapi Masyarakat 
Adat harus benar-benar bangkit, Masyarakat Adat tidak boleh tertinggal. Perayaan kali ini luar biasa 
karena sekaligus pengukuhan Ondofolo. Ini peristiwa bersejarah dan sebagai berkat untuk kita semua, 
tidak ada yang bisa memperjuangkan nasib kita selain dari kita sendiri. Adat harus kuat, jika Masyarakat 
Adat sudah pegang Injil sebagai kekuatan hidup, maka yang dipercaya Tuhan sebagai sumber segala 
berkat dalam hidup”. 


Bupati Jayapra juga menghimbau kepada seluruh Ondofolo agar tidak lagi menjual tanah “Saya berharap 
kepada para Ondofolo agar jangan lagi jual tanah, karena Masyarakat Adat dengan tanah itu hal yang 
tidak bisa dipisahkan, Masyarakat Adat harus punya tanah untuk kesejahteraan anak cucu kita ke 
depan.” tegasnya. 

Selain menghadiri langsung, Bupati juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Kebangkitan Masyarakat 
Adat kepada seluruh Masyarakat Adat di beberapa tempat secara virtual. Acara perayaan ditutup 
dengan penandatanganan dan penyerahan Peraturan Bupati tentang Batas Wilayah Administratif 14 
Kampung Adat yang diberikan secara simbolik kepada Ondofolo Kampung Ayapo Bapak Enos Deda, 
Ondofolo Kleublouw Bapak Lauren Ansaka, dan Ondofolo Yokiwa Bapak Daud Awoitauw. (Zm)

Berita Lain